adalah kekuranganku jika tak lengkapnya hidupmu atas keterbatasanku. jangan jadikan itu sebagai penghalang rinduku terhadapmu.
adalah kenikmatanku bisa mengagumi sosok kesempurnamu diambang pilu yang kau timbulkan dengan mengabaikanku.
adalah kekagumanku melihat kau bisa menaklukan wajah-wajah penuh pesona namun tak kau lalukan padaku.
adalah syukurku kepada Sang Pencipta karena Ia menciptakan sosok sepertimu, yang tidak bahkan tak menganggap aku ada.
adalah hingar-bingar yang tak terhingga ketika kau berpapasan denganku, berharap kau menyapa bahkan melirik sedikit kepadaku. ah, kau cuma berlalu gontai bagai angin sepoi menggoyangkan dedaunan kering (yaitu aku)
adalah rindu yang terus mengoyak luka perih ketika aku tak mendapati sosokmu dipelupuk mataku. kemana engkau ???
setengah,
ah, tidak
seutuh cintaku, kupersembahkan kepada makhluk Tuhan yang tak bisa aku gambarkan satu per satu.
entah, aku selalu menganggap kau bagai langit malam yang bermandikan bulan dan bintang, dan aku ?
layaknya hujan yang mengacaukan langit malammu, yang hadir dikala senja memanggil, beriringi awan pekat menutupi pesona permadanimu.
lalu ku menutup lembar cintaku..
dan aku,
mencintamu,
tanpa
tetapi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar