Sabtu, 12 November 2011

ketika aku harus bilang tidak.

TIDAK. 
Aku menyadari bahwa posisiku memang bukan yang terbaik, tapi aku baik. Lalu kenapa banyak yang mempermasalahkan itu? Bahkan nuraniku sendiri mentang pemikiranku-- itu yang kurasa ketika harus berhadapan dengan kenyataan bahwa aku tidak mampu menangani sesuatu hal di luar kehendakku, ya kehendak Tuhan.

Lalu, kenapa serta merta batinku teriak HARUS? 

Ini mengingatkanku akan tempo dulu, ini berawal dari tempo dulu.

Aku tak menyangkal, bahwa aku memang haus akan hingar bingar, life-style, dan semua yang bergelimangan dengan harta. Bukankah ini abad 21? Bukankah kau harus hidup dengan Gadget yang berkesesuaian bahkan harus yang paling mutakhir jika kau tidak ingin di anggap remeh? Bukankah kau harus bergaya 'perlente' jika kau ingin mendapatkan teman yang banyak? Bukankah semua itu membutuhkan harta?

IYA. Semua berasal dari lima huruf terkutuk itu. Aku melakukan apa-saja yang bisa aku lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupku sendiri. Tetapi aku tetap berada dijalan Tuhan meski aku bukan sosok yang sangat agamis, dibandingkan dengan kakak kedua perempuanku. Atau hanya aku saja yang menganggap itu masih dijalan Tuhan ketika aku harus memanjangkan tanganku ke 'pundi' orang lain? OH! Bahkan aku tak mampu mengucapkan bahwa aku telah mencuri sebagian harta orang lain untuk berpenampilan elite didepan teman-temanku.

Bukankah aku telah keluar dari jalanMu, Tuhan?

Bukankah aku berdosa dan aku harus dihukum?

Lalu, kapan hukuman itu Kau berikan kepadaku?
Karena aku mengharapkan itu, hukum aku semauMu, pekikku dalam keheningan malam, tapi tidak dalam bersimpuh.

Masih pantaskah aku?

Tuhan, dimana Engkau ketika aku HARUS mendapatkan apa yang ku mau?
Bukankah ketika aku berdoa, dan Kau akan mengabulkannya? Bukankah Engkau itu Maha Penyayang? Tidakkah Engkau memiliki kasih terhadapku? Atau, Engkau terlalu sibuk mengabulkan doa-doa orang beriman?

TIDAK!!

Saat itu juga aku berpaling dari 5 huruf Yang Agung.
T-U-H-A-N,
lalu
aku hidup dalam  ketersesatan yang tak berujung, dan mendapati
diri ini telah menjadi manusia yang  nista.
Nista untuk hidup...


Entah mengapa kisah tempo dulu selalu menarikku kedalam pusaran air yang kencang, kerap membawa aku hanyut dan terus berputar hingga aku tenggelam tak berdaya.

Kesalahan dulu kerap memperkosa setiap cairan dalam otakku, membuat aku lemas tak berdaya dan terus memikirkan kenikmatan sementara yang mencemarkan noda dibatinku.

Bahkan, ketika aku harus bilang tidak terhadap masa laluku, entah mengapa aku menjadi orang yang benar-benar sadar dalam tindakanku yang lampau dan terus mempertanyakan dimana keberadaan Tuhan.
Tidakkah, Dia seharusnya mencegahku dan mengingatiku? Kemana Dia, ketika aku dengan ligat melancarkan aksiku? 

Aku bukan tipe manusia yang begitu agamis untuk menjawab semua pertanyaan yang kerap berkecamuk di otakku, tapi aku tau, Tuhan hanya begitu baik menutupi segala kesalahan dan aib-aibku untuk tidak diketahui oleh orang lain.

Jumat, 19 Agustus 2011

Bagaimana jika?

Tidak pernah berpikir untuk merasa sedikit peduli dengan hingar-bingar modernisasi ini dan itu. Iya. Tidak pernah peduli. Bagaimana jika modernisasi yang membawa kamu selalu melintasi batas terjauh kehidupan? Hanya pola pikir yang sedikit extreme menurutku. Iya. Menurut aku.


Bocah-bocah yang cenderung terpengaruh, selalu menganggap ini dan itu serta segala macamnya WAH!
BENAR? atau SALAH? Hanya entitas yang memiliki pola pikir yang tidak statis yang menganggap topik ini TIDAK PENTING. IYA. TIDAK PENTING. Atau semacam entitas yang cenderung memiliki pola pikir subjektif? yang tidak pernah memikirkan bagaimana plot kehidupan itu ada. Bagaimana jika aku yang cenderung menganggap ini sepele? TIDAK PENTING.


Topik yang mem-booming itu adalah percintaan, SIAPA YANG TIDAK SETUJU? Kau? Atau kau?.
Ini dan itu, sedikit cinta, sedikit perselingkuhan, sedikit perceraian, dan sedikit pengkhianatan. Dan selalu menitik beratkan kepada pengorbanan. Cih. Pengorbanan seperti apa? Pengorbanan yang selalu kau anggap itu adalah jalan terbaik, lantas membiarkan satu atau dua permasalahan terselesaikan (menurutmu?) tanpa adanya solusi dikemudian hari? Persetan dengan pengorbanan. Aku lebih menganggapnya dengan kamuflase pelarian dari sisi pengecut yang tidak pernah timbul di raut wajah kau, mereka, bahkan kalian.


Iya. Itu yang ditimbulkan oleh percintaan yang cenderung membuat seseorang hilang dari grafitasi bumi. Mengharapkan bulan terus purnama, sehingga bisa bercakap-cakap santai tanpa ada yang menggangu dari balik jendela usang. Lalu memaksa  bulan terus menyunggingkan kurva terbuka sehingga melahirkan senyum palsu ketika kau membayangkan wajahnya. Berdiam diri dan terus menatap wajah berbingkai itu di pojok meja yang mumut ketika rindu terus melolong tanpa henti. Cih. Iya. SEBUAH KEGILAAN. Menurut siapa? Aku? Kamu? Mereka? atau Kalian?


Bagaimana jika ini hanya sebuah fatamorgana yang tidak bisa kau sentuh sedikitpun kamuflase kebahagiaanya? 
Bagaimana jika ini hanya hingar-bingar pelengkap untuk melubangi jalan hidupmu sehingga akan merasakan guncangan setiap rodamu berputar?
Dan bagaimana jika percintaan itu adalah sesuatu yang nista dan tidak patut untuk kau perjuangkan?


Yayayaya, mungkin hujatan akan pertanyaan sekilas tadi. Persetan dengan 'bagaimana jika?'.
Aku hanya enggan merapalkan tiap huruf nama itu ketika rindu kembali melolong. cih. Kembali, aku cuma sebagai entitas yang masih memunafikkan akan perjalanan yang tidak tentu ini (bilang saja aku korban dari kata percintaan). Dan tidak mau menyisipkan kata-kata percintaan yang cenderung melahirkan luka menganga ketika aku mendekatinya. Iya. LUKA. Lantas???

Minggu, 14 Agustus 2011

saya pernah SMA..

SMA itu di ibaratkan masa-masa paling yang menyusahkan dalam hidup. SALAH !
SMA itu seperti kita yang bisa disebut personil sehidup semati, yang rela berkorban apapun demi teman. Tapi tidak untuk aku di zaman kelas satu SMA.


DULU, nyasar di kelas satu A. yang isinya makhluk-makhluk bagai dewa otaknya. Entah ga tau begimane aku bisa nyasar masuk ke kelas Olympus itu. Thanks buat buk Mashayati yang telah menendang bokong aku masuk ke kelas ini yang ujung-ujungnya punya nama ATMOSTA (Association The Master of SATU A-- ini nama kelas ketika dibaca berulang kali kesannya menyombong banget *plak*) yang punya dewa untuk seluruh pelajaran, *sujud ke Nila Purnama Sari.*-- well lupakan soal Nila dan segala kecerdasannya itu.


X A .
LOCATION : BELAKANG MUSHOLA (Entah kenapa kami semacam disuruh bertaubat dalam-dalam sebelum peristiwa....razia hape besar-besaran. Dan itu lagi boom-ing banget pas di jaman satu SMA yang tidak jelas tujuannya untuk apa. Dan sekarang? HELL-O PAK, MINTA PIN NYA DONG! *plak*)


One day, Istirahat siang. Kesialan aku. DAN JANGAN ADA YG KETAWA ! *rajam*
Dan Video itu di Rekam sama korban sebelumnya Susi Handayani. Betapa lugunya saat itu, disela perekaman video tolol ini terselip percakapan yang aku sadur langsung dari blognya Dian Iriana.
Aku    :  (histeris) ahhhahhh!! ahhh!!!
Gurls   : (ngakak liat kejadian itu plus puas karena berhasil masukin aku)
Aku     : (tetep histeris) ahh!! ahh! (hampir nangis)
Viona  : "woi keluarin" (oh vio dari dulu emg like an angel deh)
Cipang : "tunggu aku mau rekam dulu" (SUSI HANDAYANI !)
Dian    : (setuju dengan Viona) "iya, keluarin"
Gurls : "hahahahahah!!!"
Aku : "aaaahhhhhh!!!!" -___________--- ga ngerti.
Dan tukang pukul yang masukin aku ke lemari sempit itu........ ah, biarlah. Biarlah, jangan pernah ada yang tau bahwa yang masukin aku kedalam tempat kecil bak liang lahat itu Haqga.


Cerita tak sampai situ aja. Satu tahun bersama satu A itu kayak surga dalam neraka. Berkali-kali disiksa tapi tetep aja betah. Disiksa, di-bully, di hina bina, bahkan sempat membuat semacam geng yang anggotanya satu kelas -__- (ini bukan Geng deh kayaknya) dan mempunya hak milik berupa tong sampah berlabel 13 dan (lagi) tempat kongkow yang tempatnya mirip jamur-jamuran (yang smanti pasti tau), dan (lagi) semua hak milik itu berupa INVENTARIS SEKOLAH. FYI deh ya, sewaktu polos dan tanpa dosanya, kita punya permainan semacam permainan anak tolol tapi nagih. TAMPAR-TAMPARAN. OK! ga mau bahas lagi (sering jadi korban).


ttd, Indah Febriyanti - Bendahara X A
=========================================================================

KELAS DUA IPA DUA.
LOCATION : SAMPING KANTIN AYAH MANAP. (surga banget ga sih??)


Berikut seputar tentang DUA IPA DUA :
Ini wali kelas XI IPA II, Bertindak sebagai guru biologi. Dan foto ini? Sebagai salah satu praktek doi. (astagaaa)


Bukankah ini sudah cukup menjelaskan bagaimana tingkah murid ini? Dan......


Oh iya! ini mengingatkan kepada kita semua bahwa mati itu bisa dialami oleh siapa saja. Ini lah gunanya praktek agama, lalu....
...lalu, kenapa ini berubah menjadi foto alay? BAH! Ini sesuatu sekali -___----

CUKUP ! DUA IPA DUA TIDAK SEPERTI ITU. TUTUP BUKU.

ttd, Indah Febriyanti- Bendahara IPA satu.
=========================================================================

TIGA IPA TIGA 
LOCATION: LANTAI DUA, POJOK KIRI ATAS KANTIN. (surga part II)


Kalau berbicara soal kelas ini? TIDAK ADA YANG BISA DI BICARAKAN SELAIN BERSENANG-SENANG *plak*. Salah ya? Tidak kok. Ini kelas emang kalo senang apa susah pasti bawaannya senang mulu. Mungkin karena ada aku, yang bertindak jadi bendahara unyu-unyu. Oh yeaa.. Tidak ada yang mau mendekat kalo aku udah teriak "KAAAAASS KAAASS KAAASSS!!" 

Kelas tiga itu kenapa ya harus digembar-gemborkan dengan Ujian Nasional? Pelajaran hariannya cuma berkisar soal 6 pelajaran yg di UN-kan! Neraka ga tuh ? Pagi MTK, tengah hari FISIKA, siang KIMIA. Besoknya, pagi BIOLOGI, tengah hari BAHASA, siang ENGLISH. Yang lebih parah pemantapan hari jumat. DARI PAGI SAMPE SORE ITU KIMIA. Oh pak Adiii, oh pak Adi....

Berikut kegiatan ditengah penyiksaan tersebut.

oohh, under my Umberella, ella~ ella~ eh eh under my Umberellaa~ eh eh e eh..

CUKUP!!! IPA TIGA TIDAK BEGITU.

Wingardium Leviosa.... -__________-

TIDAK!!! IPA TIGA ENGGA KAYAK GITU.

Gottham City, is in danger... (featuring new weapon.)

CUKUP!! IPA TIGA TIDAK SEPERTI ITU !!!

Dan ini..........

Yang kalian lihat hanya ilusi belaka..

"ibuuukk Teguh buuukk, Teguh yang pecahin gentengnyaaa.. Teguh buuukk.
Gara-gara Teguh, sekelas harus bayar genteng." *tendang bokong Teguh*
Indah- Bendahara IPA 3
S.E.K.I.A.N

P.S: JANGAN ADA YANG KASIH TAU IBU LILI ATO PAK TOGAP ATAS VIDEO DIATAS !!

Tertanda, Indah Febriyanti. 

Selaku : Bendahara XA, Bendahara XI IPA II, Bendahara XII IPA III
(INI PENEGASAN KALAU AKU PERNAH JADI BENDAHARA SELAMA 3 TAHUN)



Selasa, 14 Juni 2011

Stress Pasca TA WEB !!!!!

"HAI, siapa lagi yang mau presentasi web nya ?"

" S S S S S A A A AYYA PP P P PAK"

"APA NAMA WEBITE NYA ???"

"INDAH BLA BLA BLA BLA PAK"

"APA MAKSUD WEB NYA"
"ini pak begini begitu blah blah blah" geregetan antara takut dan gelisah ga lulus TA.

"MANA LEARNINGNYA ? " dengan wajah berbinar-binar

Oke, mari sisipkan sedikit emoticon yang menampilkan mata kosong, dan memiliki tiga garis yang turun disamping jidat, dengan mulut sedikit ter-nganga. ngerti ?

"ehm, pak, ini seperti ini pak " menunjukkan sambil menggunakan bahasa yang cukup meyakinkan

"APA ITU ? ENGGA MASUK AKAL"

" PAAAAKK !!!! ini tergantung staff loh pak ! sistemnya online ato offline pak staffnya." sedikit hopeless, tidak semangat, dan ------


" Oh ! Iya iya" dengan nada yang udah ga mau ngeladenin lagi.

"U u u u dah pppak ?" tergagap-gagap, menghadirkan wajah yang penuh dengan ketakutan -- well, terlalu lebai dikit gapapa ya?--

"yayaya ! sudah sudah !" kayak ngusir ayam yang 'hush hush husshh !!'




OKE MARI SISIPKAN JARI TENGAH YANG TERSAMAR OLEH FATAMORGANA DITERIKNYUA SINARAN MENTARI SIANG INI..
WWRRRRRRRRRRGGGGGGG...

Rabu, 27 April 2011

Selingkar Kisah

Semoga cerita dibawah ini dapat menjadi renungan buat kita semua.


Ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang baju yang baru.

Saya sebenarnya tidak suka pergi membeli sesuatu bersama dengan orang lain dan saya bukanlah orang yang sabar tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli baju tersebut.

Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita dan ibu saya mencoba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya.

Seiring waktu yang berlalu, saya mulai lelah dan kelihatan jelas kecewa di wajah ibu. Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu baju yang sangat cantik.

Dan kerana ketidak sabaran saya, maka untuk kali  ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengenakannya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu ibu agak kewalahan melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang mendalam kepadanya.

Saya berbalik pergi dan coba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya.

Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat dilupakan dari ingatan.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. 

Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, slalu menadah berdoa untuk saya.

Sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya.

Kemudian pada malam harinya, saya pergi ke kamar ibu dan mengambil tangannya, lantas menciumnya dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. 

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. 

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu.

Sebuah Renungan

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wow… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita : ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu??” Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses dipekerjaannya, sedang dia menjadi petani ?? “

Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

”Ooo …tidak, tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah siapakah kamu tetapi apa yang sudah kamu lakukan"

Kamis, 17 Maret 2011

Ibu dan Beras


Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.

Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".

Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.

pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna.

Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".

Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku……

Tulisan dari IPGABI

Rabu, 16 Maret 2011

Malaikat Bernama Ibu

Suatu hari ada Tuhan berbincang-bincang kepada seorang bayi di surga. Tuhan berkata “Anakku pada akhirnya Aku akan mengirimu ke dunia untuk melaksankan tugas mu”

Si bayi menjawab “Tapi aku masih ingin bersamaMu; jangan jauhkan diriku daripadaMu”

Tuhan menjawabnya dengan senyum “Pergilah nak kau mempunyai tugas untuk menjalani hidup yang telah Kurencanakan bagimu. RencanaKu indah untuk hidupmu”

Si bayi kembali berbicara “Tapi dunia adalah tempat yang kejam dan penuh dengan penderitaan. Aku takut untuk berada di tempat itu”

Tuhan menjawab dengan penuh kasih sayang “Aku tidak pernah menciptakan sesuatu yang buruk; dunia itupun Kuciptakan baik adanya. Bilamana terdapat kegelapan di dunia itu Akupun masih memberikan damai sejahtera dan kasih sayang diantara orang-orang itu.

Si bayi masih kembali berbicara “Jikalau aku dikirim kesana pastilah aku seorang diri. Tak sanggup aku bersama dalam kesendirianku lebih baik aku bersamaMu disini”

Tuhan sungguh sabar menjawab dengan lembut “Tenanglah nak kau tidak sendirian Aku mengirimu bersama malaikat terbaikku. Dia yang akan menjagamu selalu dan selalu melindungimu suka dan duka”

Si bayi pun tertunduk bersedih dan dengan lirih bertanya “Apakah aku masih bisa bertemu dengan-Mu dan ingat selalu pada-Mu setelah ini?”

Tuhan menjawabnya dengan senyum “Malaikatku akan selalu menceritakan tentang diri-Ku dan malaikatku juga akan menunjukan jalan untuk pulang kepada-Ku”

Si bayi pun akhirnya bersedia menerima tugas yang diberikan kepadanya. Namun sebelum pergi ia kembali terakhir kalinya “Bolehkan aku tahu siapakah nama malaikat itu”. Si bayi memejamkan mata lalu

Tuhanpun menjawab “Namanya…… Ibu……”

Ya, benar Ibulah malaikat yang diberikan Tuhan untuk kita.

Dia mengemban tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya yaitu ‘kita’.

Di saat ingin lahir Ibu bersedia menderita kesakitan dan mempertaruhkan nyawa agar kita dapat terlahirkan dengan selamat ke dunia. Ketika bayi dia rela terjaga di malam hari agar kita dapat tertidur lelap. Ketika bertumbuh menjadi anak-anak dia rela mengorbankan waktunya demi kebahagiaan dan kepentingan kita bahkan rela berbagi jatah makan saat kita lapar. Ketika beranjak remaja Ibu rela mengorbankan keringatnnya serta airmatanya agar kita memperoleh masa depan yang cerah dan tidak terjebak dalam gaya hidup yang sesat. Ketika kita beranjak dewasa, pelukan hangat selalu terbuka dan penghiburannya selalu tersedia manakala badai masalah menerpa kita.

Maka dari itu berbaktilah kepada Ibumu, hormatilah dia, dan bahagiakan dia.

Sebelum semuanya terlambat. Jika dia telah tiada hilanglah kesempatanmu untuk berbakti kepadanya dan hanya penyesalanlah yang tersisa.

Kasihnya besar bagi kita semua. Benarlah sebuah kalimat yang mengatakan bahwa…

“Surga ada di telapak kaki Ibu”

Cinta Ibu dalam Sebuah Lonceng

Di sebuah desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu seringkali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyal lagi yang membuat ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitu , ibu tua itu selalu berdoa agar anaknya dapat sadar dan bertobat atas perbuatannya. Suatu hari si anak kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasib anak itu, dia tertangkap oleh penduduk , lalu ia dibawa kehadapan pengadilan kerajaan untuk diadili sesuai dengan kebiasaan kerajaan.

Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si anak laki tersebut dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman tersebut disebarkan keseluruh desa. Hukuman pancung akan dilaksanakan esok harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng kerajaan berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu akhirnya sampai ke telinga ibunya. Ia menangis meratapi anak yang sangat dicintainya, sambil berdoa kepada Allah SWT. Dengan tertatih-tatih si ibu tersebut mendatangi Raja dan memohon agar anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si ibu kembali ke rumah.

Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di mata si anak wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai pada waktu yang ditentukan, lonceng kerajaan belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lewat sepuluh menit dari waktunya. Akhirnya didatangilah petugas yang membunyikan lonceng di kerajaan. Penjaga yang membunyikan lonceng tersebut juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng, tapi suara dentangnya tidak terdengar.

Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya untuk membunyikan lonceng mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasaldari tempat dimana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debarseluruhrakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah anda apa yang terjadi ? ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng, untuk menghindari hukuman pancung anaknya. Sungguh cinta ibu kepada anaknya hingga akhir hayatnya.

cara instalasi joomla

Instalasi Joomla

Sebelum melakukan instalasi Anda perlu melengkapi beberapa aplikasi yang akan digunakan supaya Joomla dapat dioperasikan di komputer Anda. Ini adalah daftar aplikasi dan persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan instalasi Joomla
  • Joomla 1.0.3, dapat di-download di http://www.joomla.org
  • Apache Server, PHP, MySQL, dan phpMyAdmin, untuk memudahkan instalasi ini Anda menggunakan aplikasi XAMPP untuk windows yang tersedia dan dapat di-download di http://www.apachefriends.org. Anda hanya cukup mengikuti instruksi instalasi saja. Dengan melakukan instalasi XAMPP komputer anda akan otomatis diinstal Apache Server, PHP, MySQL, dan phpMyAdmin.


Instalasi Joomla

Persiapan sebelum melakukan instalasi Joomla
  1. Ekstrak file Joomla 1.0.3 ke folder C:\apachefriends\xampp\htdocs\Joomlaku.
  2. Aktifkan Apache Server, PHP, dan MySQL. Jalankan aplikasi XAMPP yang telah terinstal dan tekan tombol Start pada Apache dan MySql hingga tombol Start berubah menjadi Stop. Kalau tidak bisa, coba Anda non-aktifkan IIS atau Personal Web Server Anda.
Setelah semua telah disiapkan, mari kita mulai instalasi Joomla. Ikuti langkah-langkah di bawah ini:
  1. Buka web browser dan ketik http://localhost/Joomlaku. Web Anda akan menampilkan tampilan seperti di gambar ini.
  2. Pastikan semua persyaratan instalasi terpenuhi dan tekan tombol Next>> untuk melanjutkan.
  3. Di halaman ini akan ditampilkan perjanjian yang harus Anda patuhi jika ingin menggunakan Joomla. Tekan tombol Next>> untuk melanjutkan.
  4. Masukkan konfigurasi database MySQL.  Keterangan konfigurasi database MySQL:
    • Host Name, nama host name, biasa diisi dengan localhost
    • MySQL User Name, username yang digunakan untuk mengakses MySQL, biasa diisi root atau username yang disediakan web hosting Anda
    • MySQL Password, password yang digunakan untuk mengakses MySQL, gunakan password untuk keamanan web Anda.
    • MySQL Database Name, nama database untuk Joomla.
    • MySQL Table Prefix, awalan yang digunakan untuk tabel database Anda.
  5. Bila sudah diisi semua lanjutkan dengan klik tombol Next>>. Sesaat kemudian akan muncul pesan yang meminta konfirmasi konfigurasi yang telah Anda masukkan. Bila semua sudah benar, tekan tombol OK.
  6. Di halaman ini Anda diminta memberi nama web Anda. Berilah nama dan tekan tombol Next>> untuk melanjutkan.
  7. Silahkan lakukan konfirmasi URL, direktori absolut, e-mail admin dan direktori chmods. Masukkan alamat e-mail dan password untuk admin anda. Tekan Next>>.
  8. Selamat Anda telah berhasil melakukan instalasi Joomla Jangan lupa untuk menghapus direktori installation di direktori Joomla Anda.

sosok itu adalah kau...

     adalah kekuranganku jika tak lengkapnya hidupmu atas keterbatasanku. jangan jadikan itu sebagai penghalang rinduku terhadapmu.
     adalah kenikmatanku bisa mengagumi sosok kesempurnamu diambang pilu yang kau timbulkan dengan mengabaikanku.
     adalah kekagumanku melihat kau bisa menaklukan wajah-wajah penuh pesona namun tak kau lalukan padaku.
     adalah syukurku kepada Sang Pencipta karena Ia menciptakan sosok sepertimu, yang tidak bahkan tak menganggap aku ada.
     adalah hingar-bingar yang tak terhingga ketika kau berpapasan denganku, berharap kau menyapa bahkan melirik sedikit kepadaku. ah, kau cuma berlalu gontai bagai angin sepoi menggoyangkan dedaunan kering (yaitu aku)
     adalah rindu yang terus mengoyak luka perih ketika aku tak mendapati sosokmu dipelupuk mataku. kemana engkau ???

setengah,
ah, tidak
seutuh cintaku, kupersembahkan kepada makhluk Tuhan yang tak bisa aku gambarkan satu per satu.
entah, aku selalu menganggap kau bagai langit malam yang bermandikan bulan dan bintang, dan aku ? 
layaknya hujan yang mengacaukan langit malammu, yang hadir dikala senja memanggil, beriringi awan pekat menutupi pesona permadanimu.

lalu ku menutup lembar cintaku..

dan aku,
mencintamu,
tanpa
tetapi....

Selasa, 15 Maret 2011

TIKET EXPRESS SURGA

     Barak barak untuk tentara penuh akan korban yang berjatuhan. kala itu, aku benar-benar dalam kondisi "tidak sehat". semua mata tentara tertuju kepadaku, seakan aku umpan yang telah lelah berlari kesana kemari menyelamatkan rapuhnya tubuh ini.

     Lalu, lewat perasingan kala itu aku bertemu duka serta lara yang tiada. mencurangi malaikat maut adalah keahlianku. dan kini, aku terjebak di perasingan yang tak menemukan jalan keluar. Ragu, aku menanyai seorang pria disampingku, "Mas, ini dimana ya ? saya merasa asing"
dilemparkannya sebuah kertas lusuh bertuliskan "TIKET EXPRESS SURGA"
nanar memandangi secarik kertas tersebut saya meleparkan pertanyaan "beli dimana, Mas? saya mau satu."
entah tak menyadari bahwa seorang pria tadi adalah malaikat mautku, aku merasa ringan, terbang, dan......ah, aku tak bisa berkata apa-apa. dalam benak, dimana TIKET SURGAKU ? []

PC CLONING

     PC Clonning merupakan pemakaian komputer oleh dua pengguna atau lebih secara bersama-sama dimana hanya dengan menambahkan keyboard, mouse, dan tentunya monitor. Sebenarnya menggunakan software yang digunakan oleh penulis, maksimal hal yang bisa dicapai adalah lima pengguna sekaligus. Kalau mau membandingkan, mungkin bisa dipakai istilah 5 in 1, 5 terminal dalam 1 PC.


     Jaringan PC Cloning merupakan suatu bentuk efisiensi dalam suatu sistem jaringan untuk penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras. Untuk Membangun PC Cloning dibutuhkan sebuah software pendukung yang berfungsi mengatur penggunaan sumber daya komputer. Ada beberapa sofware yang mendukung untuk melakukan clonning, diantaranya adalah menggunakan software aplikasi yang dikeluarkan oleh Citrix System, Inc yang mendukung dalam penggunaan jaringan Server-based computing (jaringan yang berbasis server atau biasa kita kenal dengan jaringan client server) software aplikasi yang digunakan adalah software yang dapat dijalankan sebagai server dikomputer server; ada juga sofware yang dapat dijalankan sebagai client dibeberapa komputer client. Software yang berjalan sebagai server adalah Citrix Metaframe XP, sedangkan software yang berjalan sebagai client adalah Citrix ICA client.
Singkatnya…PC Cloning adalah pemakaian komputer oleh dua pengguna atau lebih secara bersama-sama dimana hanya dengan menambahkan keyboard, mouse, dan tentunya monitor. Sebenarnya menggunakan software tertentu.


Hardware yang perlu dipersiapkan :
• 2 buah port VGA (Onboard & Card PCI/Card AGP)
• 2 buah Keyboard (PS2 & USB)
• 2 buah Mouse (PS2 & USB)
• 2 buah Monitor

Rabu, 09 Maret 2011

Pertemuan

      Perempuan yang pernah kupacari sepuluh tahun lalu, kini duduk di hadapanku di sebuah kafe di suatu senja. Rasanya berabad-abad kami tidak pernah bertemu. Dia telah bersuami dan aku beristri. Terlalu banyak cerita yang hendak kubagi, barangkali juga ia. Hingga senja melindap, kami hanya berbagi senyum dan saling tatap. Ketika suami dan anaknya menyeberang jalan menuju kafe, ia pamit. Dari balik kaca, kupandangi mereka bertiga yang tampak bahagia. []

Ayah

     Seseorang tiba-tiba mengetuk kamar kosku malam-malam. Dia membawa kabar, bahwa ayahku wafat. Tergesa-gesa aku berangkat menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah orang tuaku, ibu dan sanak keluargaku terlihat sedih dan seolah-olah tak tahu kehadiranku. Sementara ayah masih bersandar di ranjangnya, wajahnya bersih dan terlihat baik-baik saja. “Kenapa baru datang? Tinggal kamu yang ayah tunggu sejak tadi,” kata ayah pelan, tersenyum. Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar dan mengabarkan kepada orang-orang bahwa aku mengalami kecelakaan di perjalanan.[]

Jumat, 04 Maret 2011

Cangkir Yang Cantik


Sepasang  kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. 
     “Lihat  cangkir  itu,”  kata  si nenek kepada suaminya. 
     “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek. 

Saat  mereka  mendekati  cangkir  itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima  kasih  untuk  perhatiannya,  perlu  diketahui  bahwa  aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok  tanah liat yang  tidak  berguna.  Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop  ! Aku berteriak,  Tetapi  orang  itu  berkata  “belum  !”  lalu ia mulai menyodok  dan meninjuku  berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,  tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku  ke  dalam  perapian.  Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya  ia  mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku  pikir,  selesailah  penderitaanku.  Oh  ternyata  belum. Setelah dingin aku diberikan  kepada  seorang  wanita  muda  dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita  itu  berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan  aku  lagi  ke  perapian  yang  lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan  penyiksaan  ini  !  Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang  ini  tidak  peduli  dengan teriakanku.Ia  terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah  benar-benar  dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku  dekat  kaca.  Aku  melihat  diriku.  Aku  terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya,  karena  di  hadapanku  berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.


***
Sahabat,  dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti  disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah  menyenangkan,  sakit,  penuh  penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah  satu-satunya  cara  untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.
“Sahabat,  anggaplah  sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab  Anda tahu bahwa ujian  terhadap  kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila  Anda  sedang  menghadapi  ujian  hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.

Pelajaran Satu Juta Dollar


Cerita motivasi kali ini disadur dari buku A Million Dollar Lesson yang dikarang oleh Petey Parker.  Petey Parker adalah seorang memberikan dasar-dasar bisnis inti melalui konsultasi dan seminar untuk semua kalangan. Dia membawa sebuah perspektif yang jujur sebagai pengamat, memberikan wawasan strategis, dan membantu perusahaan dalam menemukan solusi akan program dan agenda perusahaan. Berikut adalah ceritanya..

Seorang sopir taxi di Dallas telah mengajarkan saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran seharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang keynote atau pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi untuk karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja. Berikut ceritanya: 

Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk bertemu seorang klien. Waktu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport. Saya menghentikan sebuah taxi. Begitu berhenti, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu saya duduk di belakang kemudi, dia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Kemudian dia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. “Wow,” saya cukup terperanjat dengan pelayanannya. Saya menoleh ke sekeliling. Mungkin ada program “Candid Camera” yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, “Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda. Tentunya anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini”
     “Anda salah,” jawabnya, “Dulu saya bekerja di Corporate America (Perlu diketahui ini adalah sebuah perusahaan besar di Amerika). Tetapi saya merasa letih karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah langkah dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik.”
     “Saya tahu,” lanjutnya, “Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi.”
     “Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja.”

Waw, ini adalah sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip yang besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Keluarnya dia adalah kerugian bagi CorporateAmerica, tetapi teman perjalanan yang baik.

Kata kata bijak motivasi kali ini
Bahagia bukanlah disebabkan oleh penghasilan dan jabatan tinggi, namun bahagia adalah karena suatu hal yang kita merasa bangga dan puas telah melakukannya (Resensi.net)

Rabu, 02 Maret 2011

ini JUJUR

well, ini tulisan pertama..

dan, kalo bukan karena tugas Dosen, mungkin ga bakal buat blog ini..
oke forget about how this blog can exist..


this is my own blog..
so, this is my own bloody damn writing. forget about what they're talking about my write, i don't give a damn.


love y'all :*

Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta Untuk Yatim Piatu

Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.

 Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

 Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan yang ia makan lebih banyak didapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? 





Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Kejadian yang Mulai Merubah Pandangan Hidupnya

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ditanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan.

Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh.

Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.


Dalam Memberi, Bai Fang Li Tak Pernah Menuntut Apapun

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.

Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.  






Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.




Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang sangat tinggi kepada nasib orang lain yang lebih kurang beruntung dari dirinya.

source: http://www.apakabardunia.com/post/inspirasi/bai-fang-li-tukang-becak-penyumbang-ratusan-juta-untuk-yatim-piatu