Barak barak untuk tentara penuh akan korban yang berjatuhan. kala itu, aku benar-benar dalam kondisi "tidak sehat". semua mata tentara tertuju kepadaku, seakan aku umpan yang telah lelah berlari kesana kemari menyelamatkan rapuhnya tubuh ini.
Lalu, lewat perasingan kala itu aku bertemu duka serta lara yang tiada. mencurangi malaikat maut adalah keahlianku. dan kini, aku terjebak di perasingan yang tak menemukan jalan keluar. Ragu, aku menanyai seorang pria disampingku, "Mas, ini dimana ya ? saya merasa asing"
dilemparkannya sebuah kertas lusuh bertuliskan "TIKET EXPRESS SURGA"
nanar memandangi secarik kertas tersebut saya meleparkan pertanyaan "beli dimana, Mas? saya mau satu."
entah tak menyadari bahwa seorang pria tadi adalah malaikat mautku, aku merasa ringan, terbang, dan......ah, aku tak bisa berkata apa-apa. dalam benak, dimana TIKET SURGAKU ? []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar